Minggu, 20 Mei 2012

Teknik Terbaik Pembatasan BBM


Menteri ESDM Jero Wacik menjelaskan, rapat membicarakan pengendalian dan pembatasan BBM untuk menjaga kuota BBM pada angka 40 juta kiloliter. “Ada lima langkah. Pertama mengenai kendaraan dinas pemerintah. Ini akan keluar Kepmen ESDM, sudah disetujui oleh Presiden,” kata Wacik kepada wartawan.

Menurutnya, pembatasan dengan cara melarang kendaraan dinas menggunakan premium bersubsidi, secara bertahap di Jabodetabek, dan kemudian Jawa Bali. Aturan itu termasuk bagi kendaraan BUMN, dan BUMD. Untuk pembatasan itu, pemerintah menyiapkan alat kontrol untuk membedakan kendaraan dinas dan kendaraan pribadi.

Kedua, adalah kendaraan di pertambangan dan perkebunan. Kendaraan ini juga tidak boleh menggunakan solar bersubsidi karena sudah disediakan pertamina khusus pertambangan dan perkebunan, pemda diminta untuk membantu mengawasi.

Ketiga, menjalankan konversi BBM ke BBG. “Dalam hal ini kami sudah mulai lakukan. Kita akan tambah SPBBG, tambah gasnya, konverter kit disiapkan,” tegas Wacik.

Keempat, PLN dilarang membangun pembangkit baru berbasis BBM, pindah ke batu bara, gas, geothermal, energi matahari, sehingga bisa hemat menghemat BBM.

Kelima, penghematan listrik di gedung-gedung pemerintah, penggunaan listrik dan air.

Proyek Inafis


Proyek pengadaan kartu Indonesia Automatic Finger Print Identification System (Inafis) dinilai hanya untuk tambahan penghasilan Mabes Polri. Inafis dikhawatirkan akan berbenturan dengan e-KTP.
Anggota Komisi Hukum DPR, Martin Hutabarat menyarankan agar Kepolisian segera membatalkan rencana pengadaan Inafis. 

Sebelumnya, Mabes Polri mencanangkan pengadaan kartu Inafis. Kabag Penum Mabes Polri Kombes Pol Boy Rafli Amar menjelaskan, proyek ini terkait dengan Kementerian Keuangan karena Polri berencana memungut biaya sebesar Rp35 ribu untuk membuat kartu Inafis.
Biaya tersebut masuk ke kas negara dalam pos Pendapatan Negara Bukan Pajak. Ketua Komisi III DPR Benny K Harman mengatakan, pungutan Rp35 ribu tersebut merupakan pungutan liar yang tak ada dasar hukumnya. 

Jadi lebih baik kalo proyek inafis ini diberhentikan karena pengadaan Inafis ini menimbulkan permasalahan baru sebab biayanya dibebankan ke masyarakat.



Agama Hanya Sekedar Wacana


Sedikit yang pernah kutahu dari agama ialah bahwa, di saat manusia mengalami kebingungan bagaimana seharusnya menjadi manusia, agama datang untuk memandunya. Saat manusia mengalami begitu sulitnya untuk membangun kebudayaan, agama hadir dengan material terbaiknya. Ketika para budak tersungkur perih di bawah kaki para raja dan majikan, agama datang untuk membebaskannya. Pada situasi dimana anak perempuan dipandang tak berguna sama sekali di hadapan para pria, pun agama menyentuhnya dan mengangkat mereka ke derajat yang lebih mulia.

Adalah agama, yang kemudian sanggup mengubah sempitnya ruang pikir umat manusia. Gelap memekatnya hati kita menjadi lapang dan bercahaya. Pada situasi dimana antar kelompok orang begitu mudahnya saling menumpahkan darah, agama telah banyak sanggup merukunkan dan mendamaikannya. Maka, mengapa keindahan-keindahan seperti ini tak kita ambil? Kenapa pula kita lari darinya, bahkan kerapkali kita gemar untuk meniupkan api permusuhan diantara sesama?

Jadi, memaknai agama dengan sebenarnya adalah keharusan bagi setiap umat beragama supaya agama benar-benar menjadi suatu kebutuhan manusia yang hanif tersebut. Sehingga keberadaan agama tetap langgeng dan tak tergantikan oleh paham-paham sesat lainya. Agama bukanlah ”berhala” yang harus disembah. Agama hanyalah sebuah sarana menuju keesaan Allah SWT. Saat ini, tak terhitung betapa banyaknya manusia yang lebih beriman pada agamanya daripada beriman pada Allah SWT? Sebagaimana tak terhitung juga manusia yang secara kasat mata tampak sangat saleh, tapi ternyata batinnya sangat salah. 

Sudahkah Saya Menjadi Orang yang Ber-Karakter?


Pada awalnya manusia itu lahir hanya membawa “personality” atau kepribadian. 
Secara umum kepribadian ada 4 macam, yaitu :

1. Koleris : tipe ini bercirikan pribadi yang suka kemandirian, tegas, berapi-api, suka tantangan, bos atas dirinya sendiri.
2. Sanguinis : tipe ini bercirikan suka dengan hal praktis, happy dan ceria selalu, suka kejutan, suka sekali dengan kegiatan social dan bersenang-senang.
3. Phlegmatis :  tipe ini bercirikan suka bekerjasama, menghindari konflik, tidak suka perubahan mendadak, teman bicara yang enak, menyukai hal yang pasti.
4. Melankolis : tipe ini bercirikan suka dengan hal detil, menyimpan kemarahan, perfection, suka instruksi yang jelas, kegiatan rutin sangat disukai.

Karakter harus dibangun dan dikembangkan melalui suatu proses yang tidak instan. Karakter bukanlah sesuatu bawaan sejak lahir yang tidak dapat diubah lagi seperti sidik jari.
Orang-orang dengan karakter buruk cenderung mempersalahkan keadaan mereka. Mereka sering menyatakan bahwa cara mereka dibesarkan yang salah, kesulitan keuangan, perlakuan orang lain atau kondisi lainnya yang menjadikan mereka seperti sekarang ini. Memang benar bahwa dalam kehidupan, kita harus menghadapi banyak hal di luar kendali kita, namun karakter tidaklah demikian. Karakter selalu merupakan hasil pilihan kita.

Menurut saya, kepribadian bukanlah karakter. Setiap orang punya kepribadian yang berbeda-beda.
Saat tiap manusia belajar untuk mengatasi kelemahannya dan memperbaiki kelemahannya dan memunculkan kebiasaan positif yang baru maka inilah yang disebut dengan karakter.
Setiap orang bertanggung jawab atas karakternya. Kita memiliki kontrol penuh atas karakter kita sendiri.






 
;