Sabtu, 21 April 2012
DANI CREDITS TEAM AFTER PODIUM FINISH
Dani Pedrosa musim MotoGP mulai dengan baik dengan selesai di urutan kedua pada balapan pembuka di Qatar. Dalam blog-nya, pembalap Spanyol berterima kasih timnya dan 'puas' dengan hasil secara keseluruhan.
Dani, di blog Repsol, menggambarkan tempat kedua, satu tempat di depan rekan setimnya Casey Stoner, sebagai: "Sebuah hasil yang besar, meskipun itu sedikitmengecewakan karena kami berjuang untuk kemenangan hak untuk akhir, tetapimengingat masalah yang kita punya selama akhir pekan saya merasa puas. "
Pedrosa terutama puas dengan tempat podium setelah awalnya berjuang dengan berbagai masalah dalam praktek dan kualifikasi.
"Akhir pekan itu sangat sulit karena saya jatuh dalam praktek," katanya. "Kemudian kita tidak bisa menemukan setup yang tepat dan bahkan sepeda tidak memulai untuk sesi kualifikasi. Tapi sekali lagi saya harus memberikan terima kasih kepada tim, mereka menghabiskan malam tanpa tidur beberapa bekerja untuk meletakkan segala sesuatu benar."
Dani juga mengirim pesan berharap untuk pemulihan cepat untuk pembalap spanyol sesama, Joan Lascorz, yang saat ini di unit perawatan intensif trauma dari Valld'hebron rumah sakit di Barcelona, Spanyol, setelah kecelakaan di uji untuk world superbikes di imola lalu minggu.
"Saya juga ingin mengirim keinginan saya terbaik untuk Joan Lascorz dan semuakeluarganya pada saat ini sulit," kata Dani. "Sejak saya bertemu balap melawan dia pada mini sepeda, aku tahu bahwa ia adalah seorang pejuang. Ayo Juara!"
( sumber: boxrepsol.com )
Dominasi Perusahaan Asing Dalam Perekonomian Indonesia
Dominasi asing semakin kuat pada sektor-sektor strategis.
Seperti keuangan, energi, sumber daya mineral, telekomunikasi, dan perkebunan.
Dengan dominasi asing seperti itu, perekonomian sering kali terkesan tersandera oleh kepentingan asing. Tak hanya perbankan, asuransi juga didominasi asing. Dari 45 perusahaan asuransi jiwa yang beroperasi di Indonesia, tak sampai setengahnya yang murni milik Indonesia. Kalau dikelompokkan, dari asuransi jiwa yang ekuitasnya di atas Rp 750 miliar hampir semuanya usaha patungan. Dari sisi perolehan premi, lima besarnya adalah perusahaan asing. Hal itu tak terlepas dari aturan pemerintah yang sangat liberal, memungkinkan pihak asing memiliki sampai 99 persen saham perbankan dan 80 persen saham perusahaan asuransi.
Dengan dominasi asing seperti itu, perekonomian sering kali terkesan tersandera oleh kepentingan asing. Tak hanya perbankan, asuransi juga didominasi asing. Dari 45 perusahaan asuransi jiwa yang beroperasi di Indonesia, tak sampai setengahnya yang murni milik Indonesia. Kalau dikelompokkan, dari asuransi jiwa yang ekuitasnya di atas Rp 750 miliar hampir semuanya usaha patungan. Dari sisi perolehan premi, lima besarnya adalah perusahaan asing. Hal itu tak terlepas dari aturan pemerintah yang sangat liberal, memungkinkan pihak asing memiliki sampai 99 persen saham perbankan dan 80 persen saham perusahaan asuransi.
Pasar modal juga
demikian. Total kepemilikan investor asing 60-70 persen dari semua saham
perusahaan yang dicatatkan dan diperdagangkan di bursa efek. Pada badan usaha
milik negara (BUMN) pun demikian. Dari semua BUMN yang telah diprivatisasi,
kepemilikan asing sudah mencapai 60 persen. Lebih tragis lagi di sektor minyak
dan gas. Porsi operator migas nasional hanya sekitar 25 persen, selebihnya 75
persen dikuasai pihak asing. Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Migas
Kementerian ESDM menetapkan target porsi operator oleh perusahaan nasional
mencapai 50 persen pada 2025.
Utang luar
negeri membludak sementara kesejahteraan masyarakat masih jauh dari harapan.
Sedangkan dari waktu ke waktu kekuatan bangsa ini terus merosot karena
perekonomian dikuasai kekuatan asing.Tekanan utang, dominasi asing dalam sumber
daya mineral dan pertambangan serta deindustrialisasi, telah membuat rakyat
banyak belum sejahtera. Situasi ini terus mengancam ekonomi bangsa di era
globalisasi yang kompetisinya kian meninggi. Para ekonom telah mengingatkan
bahwa Indonesia terlalu patuh dan tunduk kepada Washington Consensus sehingga
kebijakan ekonominya tidak mampu mengatasi pengangguran dan kemiskinan serta
tidak bisa menciptakan lapangan kerja bagi jutaan TKI yang kini mencapai lebih
2 juta orang di Malaysia.
Biaya Pilkada Di Indonesia
Komisi Pemilihan
Umum Daerah (KPUD) DKI Jakarta dinilai belum transparan dalam menjelaskan
tingginya anggaran pemilukada pada periode kali ini. Kekhawatiran yang lebih
besar justru bukan pada distribusi dana yang ada di KPUD, namun yang berada
pada wilayah pemerintahan yang ditangani oleh suku dinas lembaga bersangkutan,
terkait hal-hal seperti sosialisasi, pembentukan posko-posko pemilu di
tiap-tiap kelurahan. Hal ini akan memicu anggaran dari pilkada yang sudah
terhitung dana tetapnya, namun lebih besar dari itu, dikarenakan
penyelenggaraannya tidak berada dalam satu pintu.
Biaya pilkada
yang relatif tinggi memicu terjadinya tindakan korupsi yang melibatkan oknum
gubernur, bupati dan wali kota di Indonesia. Praktik korupsi yang melibatkan
kepala daerah seperti ‘wabah’, karena melibatkan 158 dari 524 pejabat di
Indonesia. Selain itu, implikasi pilkada langsung juga akan berpengaruh kepada
retribusi pembangunan dan pendapatan. Pembiayaan pilkada menimbulkan banyak
implikasi yang dapat mempengaruhi kualitas pilkada. Namun, apabila pendanaannya
berasal dari APBN, setidaknya dapat mengurangi implikasi tersebut. Dengan
demikian dapat disimpulkan bahwa pilkada langsung sebenarnya dapat dilakukan
dengan biaya murah sepanjang pemerintah mengalokasikan anggaran pilkada pada
APBN dan melakukan penghematan serta manajemen anggaran pilkada.
Pembangunan Infrastruktur Di Indonesia
Setiap
pertumbuhan ekonomi akan diikuti dengan pertambahan permintaan terhadap
berbagai produk dan jasa dan karena itu setiap bagian pertumbuhan harus pula
disisihkan untuk membangun infastruktur. Indonesia yang sebagian pendapatan
masyarakatnya berasal dari sektor pertanian, menjadi makin tergantung pada
infrastruktur agar dapat mempercepat jalur distribusinya. Bukan cuma bikin
jalan atau jembatan, tetapi juga gudang, tempat penyimpanan di pelabuhan, dan
seterusnya. Infrastruktur sudah lama menjadi persoalan di Indonesia karena
masalah pendanaan yang sangat terbatas, dimana partisipasi swasta yang
diharapkan pemerintah belum memenuhi harapan.
Tantangan
pembangunan infrastruktur dalam mendukung agenda utama Kabinet Indonesia
bersatu adalah pertumbuhan ekonomi masih jauh dibawah 7%, sehingga belum memadai dalam mendukung penciptaan lapangan kerja baru, tingginya
jumlah pengangguran, dan tingginya jumlah penduduk dibawah
garis kemiskinan.
Ketua Umum Kamar
Dagang dan Industri (Kadin) Suryo Bambang Sulisto menyatakan, tahun ini menjadi
momentum baru bagi kebangkitan infrastruktur Indonesia,“Karena ada dua
pendorong utama yaitu melunaknya hambatan peraturan melalui penerapan
Undang-undang Pembebasan Tanah dan pembaruan tingkat utang negara menjadi layak
investasi,” ujar Suryo.
Menurut Suryo,
Undang-undang Pembebasan Tanah implikasinya terhadap iklim investasi di dalam
negeri akan sangat besar dan itu sangat menguntungkan realisasi pembangunan
infrastruktur di Indonesia. Selain itu, aturan itu juga akan membuat banyak hal
menjadi lebih mudah, terutama soal Investment Grade. Ini akan sangat atraktif
bagi mereka yang ingin berinvestasi di dalam negeri, semata-mata karena
peningkatan dana bagi proyek dan investor menjadi jauh lebih mudah.
Langkah PSSI Dalam Menghadapi Sanksi FIFA
FIFA telah
memberi tenggat kepada PSSI untuk menyelesaikan
permasalahan keberadaan Liga Primer Indonesia (LPI). Jika sampai waktu yang
ditetapkan masalah tak juga selesai, Indonesia terancam sanksi berat dari FIFA.
Menurut PSSI, FIFA telah memberikan dukungan penuh kepada mereka untuk
mengambil tindakan tegas soal keberadaan LPI. Pihak PSSI juga
mengatakan, FIFA telah mengangap kompetisi LPI itu sebagai kompetisi yang
ilegal. Mereka mengklaim telah diberi wewenang penuh oleh
FIFA untuk mengambil langkah-langkah cepat guna mengatasi masalah ini.
PSSI sejauh ini
sudah menjalankan amanat dari FIFA untuk menyelesaikan berbagai persoalan
mengenai kisruh sepak bola. Salah satu upaya tersebut adalah keinginan untuk
merangkul Indonesian Super League (ISL) yang selama ini dianggap sebagai
kompetisi ilegal, untuk bergabung di bawah kepengurusan PSSI. Kinerja PSSI yang
belum optimal membawa dampak kepada persepakbolaan di Indonesia. Termasuk
kisruh yang selalu terjadi pada saat pertandingan sepak bola. Apabila PSSI
diberi sanksi oleh FIFA , PSSI enggan disalahkan karena itu bukanlah kesalahan
dari PSSI. Pihak PSSI sendiri sudah memenuhi kewajiban seluruhnya. Apabila
pihak PSSI dikenakan sanksi oleh FIFA, kemungkinan besar adalah kesalahan Indonesia
dalam menangani berbagai kekisruhan selama ini.
Jika pihak PSSI
mulai kebakaran jenggot, sebaliknya pihak LPI masih adem ayem saja. Pihak LPI
mengklaim, PSSI tidak punya hak mengatur mereka karena mereka berada di bawah
naungan Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPPI), bukan PSSI. Mengenai
masalah pemain dan pelatih asing, pihak LPI juga santai karena telah mendapat
dukungan penuh pemerintah. Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Patrialis mengatakan, para pemain asing yang tergabung di LPI takkan dideportasi. Jadi
kita menghormati semua pihak. Persoalan keimigrasian kan tidak sendiri,
berkaitan dengan kepentingan bangsa kita.
Langganan:
Postingan (Atom)


- Follow Us on Twitter!
- "Join Us on Facebook!
- RSS
Contact